Jumat, 30 September 2011

Dampak Positif dan Negatif Internet


Internet bagaikan pedang bermata dua. Internet dapat memberikan banyak hal positif bila digunakan dengan benar akan tetapi banyak juga memberikan dampak negative jika salah di pergunakan. Internet adalah sistem global jaringan komputer yang saling berhubungan yang menggunakan Internet Protocol Suite Standar (TCP / IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia

Internet dapat digunakan sebagai sarana komunikasi, misalnya dengan menggunakan email, internet telepon seperti skype, social networking (facebook,twitter), Internet juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transfer data, mencari informasi bahkan melakukan shopping secara online. Walaupun banyak kegunaan internet akan tetapi dampak positif dan negative yang di timbulkan internet sangat banyak.

Beberapa dampak positif dari Internet:
·         Didalam Pendidikan, Internet digunkan sebagai sarana untuk mencari informasi dengan cepat dan mudah
·        Didalam Kehidupan Sosial, Internet membantu orang untuk bersosialisasi , dengan internet banyak orang dapat meningkatkan kepercayan dirinya.
·   Didalam Kehidupan Berbudaya, Internet dapat digunakan sebagai sarana untuk mempelajari kebudayan dari daerah maupun Negara lain.
·         Internet digunakan sebagai sarana untuk menghibur diri.

Internet telah memberikan banyak dampak positif pada kaum muda di seluruh dunia selama sepuluh tahun terakhir. Namun, internet juga dapat menawarkan pengaruh berbahaya pada tidak hanya pada kaum remaja, tetapi juga orang dewasa .

Dampak Negatif dari Internet :
Banyak orang-orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di internet ,ini merupakan  jenis lain dari kecanduan yang telah menyerang manusia. Dengan makin mudahnya mengakses konten-konten di Internet, Internet banyak di salahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sebagai sarana untuk mengakses konten-konten pornografi sehingga dampaknya makin banyaknya kaum remaja melakukan hubungan sex secara bebas. 
Mudahnya akses-akses yang diberikan Internet menyebabkan terjadinya banyak penipuan serta pencurian secara online oleh pihak yang tak bertanggung jawab. 
 
Lalu apakah yang harus kita lakukan untuk mencegah masalah ini terus terjadi? untuk menyelesaikan masalah ini orang tua, masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama mendidik dan membangun moral kaum muda untuk menggunakan Internet secara sehat, Pemerintah perlu membatasi konten-konten pornografi.

Jumat, 27 Mei 2011

Manusia Dan Kegelisahan

A. Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasa.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut ymuknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertenty sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauuh kedeoan sambil mengeoalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresu dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseornng memngalami frustaasu karena aa yang didingainkannya tidak tercapata
Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bawa ada tiga macam kecemasan yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektid) kecemasan neurotic dan kecemasan moril
a. Kecemasaan Objektif
Kecematan tentang kenyataaan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bhaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorangyang mengancam ntuk mencelakaakaknnya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.
For ex jikaseorang wanita yang pernah trauma dengan kecoa, maka dia akan cenderung takut jika melihat kecoa. Namun ada orang dengan reaksi membalik. Karena ia mendendam maja ua berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagi pelampiasannya. Misalnya seperti ayng ada di Film Forbidden Party, a.k.a Invitation only.
b. Kecemasan Nerotis (Syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan id nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelusan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjaid.
c. Kecemasaan Moril
Kecemasan moril sidebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antara lain: iri, benci dendam dengki dan marah gelisah cinta dan rasa kurnag percaya diri.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang canntik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan segingga kawan kawannya lebih diniliai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulakan kecemasan moril
B. Sebab Sebab orng Gelisah
Sebab sebab orang gelisah pada dasarnya adalah karena takut kehilangan hak nya
Hal itu adalah akibat dari ancaman, ntah ancaman dari dalam maupun ancaman dari luar.
sumber :
http://nothingwrongwithmylongblackhair.wordpress.com/2010/05/24/manusia-dan-kegelisahan/

Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian

A. Pengertian Tanggung Jawab dan Pengabdian
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Yang juga berarti perwujudan dari kesadaran akan kewajiban. Manusia apada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggunng jawab. Disebut demikian karena manusia, selain merupakan makhluk individual dan makhluk social, juga merupakan makhluk tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia memenhtaskan sejumlah peranan dalam konteks social, individual ataupun teologis.
 Menurut sifat dasar manusia adalah makhluk yang bermoral dan makluk social, yang saling membutuhkan. Oleh karena itu dalam hal ini manusia tidak harus bertanggung jawab pada dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain-lain, misalnya adalah:
a)    Tanggung jawab kepada keluarga Masyrakat kecil ialah keluarga. Maka setiap anggota yang ada dalam keluarga tersebut harus bertanggung jawab atas keluarganya, yang menyangkut nama baik keluarga.
b)   Tanggung Jawab pada Masyarakat Manusia merupakakn anggota masyarakat dan tak akan pernah lepas dari yang namanya kemasyarakatan. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
c)    Tanggung Jawab kepada Bangsa dan Negara Manusia juga hidup pada suatu Negara yang mempunyai ukuran yang dibuat oleh Negara.yang juga harus dipertanggumg jawabkan apabila terbukti bersalah.
d)    Tanggung Jawab kepada Tuhan. Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah htanggung jawabnya. Meskipun manusia perbuatannya yang saalah dengan segala jalan sesuai kondisi dan kemampuan, namaaun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawab diakhirat nanti.
 Pengabdian sendiri merupakan perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab.


 B. Kesadaran
Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar sendiri artinya merasa, tahu atau ingat kepada keadaan sebenarjnya. Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan.
Kesadaran moral sangat penting untuk diperhatikan orang,karena pelanggaran moraldapapt berakibat merusak nama. Oleh sebab itu kesadaran moral perlu dijaga oleh setiap individu. Hal ini tidak berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadran penting, karena ketidak sadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekurang-kurangnya membuat kepincangan dalam hidup. Justru pada umumnyaorang sadar akn perbuatanya, tetapi tidak disadarai, apakah perbuatan itu melanggar norma sopan santun, norma hokum, atau norma moral. Kalau orang itu ingin berbuat, maka berbuat sajalah. Orang berbuat tanpa kesadaran ini amat sedikit jumlahnya. Hal itu bisa terjadi karena kekeliruan. Tetapi mungkin juga karena yang berbuat dalam keadaan tidak sadar.karena itu orang tersebut dapat bebas dari hukuman.
  
C. Pengorbanan
Pengorbanan bersal dari kata korban, artinya memberikan secara ikhlas, harta benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawa, demi cintanya atau ikatannya dengan suatu atau demi kesetiaan, kebenaran. Disini perbedaan pengabdaian dan pengorbanan tidak sebegitu jelas, karena adanya pengabdian tentu adanya pengorbanan. Pengorbanan sendiri merupakan akibat dari pengabdianyang berupa harta,pikiran perasaandapat bahkan bberupa jiwa.yang diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih. Macam- macam pengornan juga bisa berupa:
a)    Pengorbanan kepada keluarga Yang pada hakikatnyamanusia hidup berkeluarga, dasar hidup berkkkeluarga adalahb kasih sayang\, dan kasih sayang mememrlukan adanya pengorbanan.
b)   Pengorbanan kepada masyarakat Manusia adalah mkhlukk social, yang pastinya merasa terikat dengan masyarakatnnya. Karena itu demi pengabdiannyakepada masyarakat ia tidak bebas dari pengorbanan.
c)    Pengorbanan kepada bangsa dan Negara. Seatiap orang didunaia ini mengakui bahwa manusia merupakananggota suatu bangsa dan warga Negara suatu Negara, dan mempunyai kewajiban antara lain membelanegara. Pembelaan itulah disebut pengorbanan.
d)    Pengorbanan karena kebenaran Demi kebenaran oaring tidak takut menghadapi apapun, perang kemerdekan misalnya mereka tidak takut mati demi kemerdekan hidup.
e)    Pengorbanan demi Agama Berkorban demi agama sama halinya kita berkkorban demi cintanya kita kepada Allah. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cinntanya kepada Agama, yang merupakan kebenaran yang hakiki.

Minggu, 24 April 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


Cita- cita
Cita-cita sering kali diartikan sebagai anagan-angan, keinginan, kemauan, niat, atau harapan. Cita-cita itu sangat penting bagi manusia, karena adanya cita-cita menandakan kedinamikaan manusia. Maka dari itu sejak bayi lahir atau bahkan sejak dalam kandunganorangg tua telah mencita-citakakn agar anaknya kelak menjadi ini dan itu, sudah tentu sesuai dengan keinginan orang tuanya. Kalau masalah terwujud tidaknya itu tergantung pada kepada perkembangan lingkungannya.
Karena itu wajarlah apabila cita-cita merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita. Sudah tentu kadar atau tingkatan cita-cita iru berbeda-beda tergantung pada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.
Pada dasarnya cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Ada tiga kategori keadaan hati seseorang, keras, lunak, dan lemah. Oreang yang berhati keras, tidak berhenti berusaha sebelum cita citanya tercapai. Ia todak menghiraukan rntangan , tantangan dan segala kesulitan yang dihadapinya. Berbeda dengan Orang yang berhati lunak dalm mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita- citanya. Berbeda lagi dengan orang yang punya hati lemah, ia cenderung lebih terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Biala menhahdapi kesulitan cepat-cepat ia erganti haluan, berganti keinginan.
Kebajikan
Kebajikan pada hakikatnya dalah sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama  atau etika. Untuk melihat apa itu kebajikan kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagi pribadi, manusia sebagia anggota masyarakat, Dan manusia sebagai mahkluk tuhan.
Manuasia sebagai pribadi dapat menentukan baik buruk melaui suara hati yang merupakan sebagia hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik akan tetapi manusia sering kali tidak mau mendengar. Manusia sebagai anggota masyarakat, sudah tentu manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatannya.demikian pula suara hati masyarakat juga yang menentukan baik buruknya. Manusia sebagai mahkluk tuhan, manuasia pun harus mendengar suara hati tuhan, tuhan selalu membisikan agar manusia berbuat baik dan mengelak agar tidak berbuat buruk.
Jadi kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan firman tuhan, kita cenderung mengartikan kebajikan sebagai perbuatan yang selalu baik, akan tetapi ada pula yang namanya kebajikan semu, yaitu kejahatan yang terselumbung kebaikan. Kebijikan semu sangat berbahaya, karewna pelakunya ioarang munafik, yamg bermaksud mencqari keuntungan diri sendiri.
Sikap Hidup
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Apakah kita mempunyai sikap positif atau mempunyai sikap yang negative? Apa kita mempunyai siakp yang optimis atu pesimis?. Sikap itu ada dalam hati kiata masing- masing hanya kitalah yang tahu. Orang lain tahu setelah kita bertindak. Sikap itu penting setiap manusia mempunyai sikap sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai dengan kemauan yang membentuknya,yang dapat melelui pendidikan kemiliteran. Akan tetapi sikap juga dapat berubah karena situasi , kondisi, dan lingkunganya.
Dalam berbagai kepustakaan, khususnya yang menelaah sikap manusia, ada semacam kesepakatan bahwa sikap tidak lain merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang berarti bahwa sikap seseorang terhadap obyek tertentu pada dasarya merupakan hasil penyesuaian diri seseorang terhadap obyek yang bersangkutan dengan dipengaruhi oleh lingkungan social serta kesediaan untuk bereaksi terhadap obyek tersebut.
Sikap manusia bukanlah suatu konstruk yang berdiri sendiri, akan tetapi paling tidak ia mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konstru-konstruk yang lain, seperti dorongan, motivasi, atau bahkan dengan nilai-nilai tertentu. Selain itu, kita pun cenderung sadar bahwa hidup kita pun akan berhasil sejauh kita berhasil menyesuaikan diri dengan realitas itu. Memang keriteria keberhasialanya lebih mengacu pada satu keadaan psikologi , yaitu diperoleh ketentraman batin yang tenang, namun dari sini timbul astu kesadaran baruj bahwa untu sampai pada keadaan semacam itu kita perlu memiliki satu sikap batin yang tepat.

Manusia Dan Keadilan

Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang. Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup denganbekerja keras tanpa merugikan orang lai. Halm ini disebabkan olerh karena orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mempertahankan hak hidupmereka sendiri.jadi, keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbanganatau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.

Dalam bukunya M. Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara lain :
·         Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartiaka sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
·         Menurut Plato merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal
·         Menurut Socrates merupakn proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

Macam – Macam Keadilan

1.  Keadilan Legal atau keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2.  Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama. Sebagai contoh : Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan  lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
3.  Keadilan Komulatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban    masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat 

Faktor-faktor lain yang melatarbelakangi suatu keadilan antara lain :

1.  Kejujuran
Kejujuran atau    jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu  adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
2.  Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh  keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
·         aspek ekonomi,
·         aspek kebudayaan;
·         aspek peradaban;
·         aspek tenik.
3.  Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga adalah suatu kebanggaan batin  yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud
dengan tingkah laku dan perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun,disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan  – perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
4.  Pembalasan
Pengertian pembalasan adalah reaksi atas perbuatan orang lain yang dilakukan kepada kita yang kita ungkapkan baik secara positif maupun negatif. Pembalasan merupakan suatu reaksi atau perbuatan orang lain. Reaksi itu berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Sebagai contoh ; A memberikan makanan kepada B, dilain kesempatan  B memberikan minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.